Efek Baik dan Buruk Nonton Televisi

Seiring berkembangnya jaman, televisi menjadi salah satu kebutuhan penting di setiap rumah tangga. Televisi bisa menjadi media edukasi sekaligus hiburan, dan film adalah salah satu tayangan Televisi yang menghibur. Film merupakan hiburan terpopuler di dunia selain musik yang bisa mempengaruhi kesehatan orang yang menontonnya. Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebabnya, seperti genre film. Hal ini bukan sesuatu yang remeh karena seorang penderita jantung misalnya dia tidak bisa menonton film dengan adegan-adegan tertentu yang bisa berbahaya bagi kesehatannya.

 

Efek Baik dan Buruk Nonton Televisi

Berikut adalah ulasan mengenai dampak positif dan negative menonton film:

  1. Membuat penonton lebih kreatif – Sebuah studi menunjukkan bahwa anak yang pernah menonton adegan sihir dalam film Harry Potter memeroleh nilai yang tinggi untuk tes kreatifitas dibandingkan mereka yang tidak menontonnya. Jadi bisa dikatakan bahwa adegan yang menampilkan visualisasi yang indah dan penuh warna akan merangsang kreatifitas seseorang.
  2. Genre film yang menyehatkan – Ada beberapa genre film yang dianggap menyehatkan yaitu komedi, film sedih dan film dewasa. Film komedi terbukti baik bagi kesehatan karena mampu menurunkan tekanan darah dan ketika penonton tertawa, pembuluh darah mereka akan membesar secara langsung. Tertawa selama 15 menit bisa memberikan efek yang sama dengan berlatih rutin. Film yang sedih bisa menjadi alternatif untuk membuat penonton lebih sehat kejiwaannya. Setelah menonton film yang sedih, mereka akan lebih bersyukur akan hidup mereka dan lebih menghargai kehidupan dan orang yang mereka cintai. Sebuah survey menunjukkan bahwa sekelompok siswa lebih bahagia menjalani hidup mereka setelah menonton film Atonement dengan kisah yang tragis. Film dewasa dianggap mampu memberikan dampak posiif bagi kesehatan. Pada saat menonton film dewasa aktivitas otak menurun dan membuat penonton khususnya wanita menjadi lebih bahagia dan kalem.
  3. Film horror dapat mengganggu kesehatan – Mereka yang suka memacu adrenalin pasti suka menonton film horror karena adegannya bisa mengejutkan mereka. Akan tetapi, hal tersebut tidak baik bagi kesehatan karena memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah yang bisa menyebabkan sakit jantung.
  4. Membuat penonton lebih agresif – Seorang ilmuwan telah lama menemukan bahwa film yang mengandung banyak kekerasan bisa membuat seseorang lebih agresif.
  5. Sutradara mampu mengendalikan otak penonton – Bukan tidak mungkin seorang sutradara mampu mengontrol otak penonton. Sebuah penelitian dimana subjek penelitian tersebut diajak menonton salah satu episode dari Bang! You’re Dead karya Alfred Hitchcock menunjukkan bahwa 65 % dari mereka bereaksi terhadap sutradara. Jadi cara seorang sutradara dalam menggarap sebuah film memiliki control yang besar terhadap penonton.

 

Incoming search terms: